Monday, 8 December 2014

SAAT INI.....

     Malam kian larut, saat ini jam telah menunjukkan angkah 2 pagi. Namun mata masih segar seperti jam 9 malam. Walau badan letih, kaki lengguh namun tiada juga ingin mengerti tuannya ingin beradu. Hanya berteman muzik bunyi kipas angin berputar dan sekali sekala bunyi kereta atau motor memecah kesunyian malam tua itu..

    Sama seperti malam2 yang lain juga. Mar akan berusaha untuk melelapkan matanya...kerna esok aku berkerja lagi..dan pada masa yang sama juga otak dan mindanya berkerja sama akan membawanya kembali ke zaman yang lalu...

Hati berbicara lagi....
Mil, saat ini aku sangat merinduimu yank...
Mil, kenapa biarkan aku terus2an tersiksa....
Mil, tahukah engkau bertapa aku sangat mencintaimu...
Mil, tahukah engkau aku masih setia menantimu...


Mutiara putih mengalir lagi...
Ya allah bertapa rapuhnya jiwa hamba ini...
Kerna merinduinya ku tewas lagi saat ini..

Wednesday, 8 October 2014

DUHAI TEMAN..

       Agaknya tangkap gambar berdua nie memang 1 petanda yg tidak baik untukku...bile ade gambar bersama mesti perpisahan akan menyusul... bukan tak happy..aku tumpang gembira..namun sungguh tak ku duga secepat nie perlu meleraikan...aq terpaksa akur walau x rela kerna fitra mang x merestui...meski pun antara kite xde pa2...ku harap kau mengerti andai esok aq bkn lagi seperti dahulu...itu kerna aq perlu belajar jalani hidup seorang diri..."SAHABAT akan menjadi yang terakhir dlm hidup" itulah yang akan terjadi dalam peredaran waktu dan zaman..

     Masih ku ingat lagi, saat dia cuba meleraikan ikatan persahabatan antara kita, sekuat mampu ku menjelaskan kerna ku tahu kita saling menyayangi atas sebab ibadah...ketika insan lain tak melihat kepadaku kau memberi semangat untuk mengabaikan kerna mereka cemburu takde  perhubungan seperti kita..( sahabat sepertimu ). Saat jiwaku di tiup kerisauan kerna pandangan masyarakat engkau menenangkan jiwaku...persahabatan ini takkan tergugat hanya kerana cerita-cerita mereka. Pada saat aku menyedari engkau menerima kekurangan diri ini aku bersyukur kerna Allah hadirkan sahabat yang umpama sang pelangi menceriakan hidupku selepas berlalunya hujan di hati ini..
        
    
        Hari demi hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Kita semakin dewasa. Menjalani hidup masing2 seperti biasa walau kita sibuk mencari rezeki demi keluarga masing2, namun kita tidak pernah saling melupai antara 1 sama lain. Tempoh 2 tahun di bumi semenanjung ini kita melakar cerita yang penuh indah. Bila kita bersama tak menghiraukan hal lain janji hati happy. Tak pernah menghitung apa yang kau beri padaku begitu juga diriku kerna kita saling memahami. Seharian kita luang bersama menjelajahi kota kuala lumpur ini dan kerja kita adalah SELFIE...Salah 1 kenangan yang ku ingat, saat kita terlepas KTM..huhuhu. KLCC menjadi saksi saat engkau menitiskan airmata di hadapanku kerna keperitan jiwa yang kau tanggung maafkan aku kerna tidak memelukmu saat itu..kerna aku bimbang di salah ertikan lagi..maaf pengalaman lalu menjadikan aku ngeri. Ku hanya bisa menyediakan 2 belah telingaku untuk mendengar luahanmu agar engkau tidak terbeban..berlawak yang tidak selawak mana pun jika di bandingkan dengan maha raja lawak mega.

        Saat aku di hijap kabul menjadi milik insan lain, aku mengerti kesedihan hatimu..engkau happy dalam kesedihan. Happy sebab aku berkahwin, sedih sebab kau akan menjadi yang terakhir...dan kini tiba giliran aku melaluinya fasa itu duhai sahabatku...aku tahu saat ini akan tiba untukku pada usia kita 25 tahun..harapanku semoga engkau bertemu kebahagiaan yang hakiki di dunia dan di sana nanti...entah kenapa hati ini terusik lagi sama seperti saat aku menangis tahun lalu ketika ku menyedari aku hanya bersendirian menjalani kehidupan ini. Mungkin kerna engkau pernah buat hati ini tertawa dan merasa tidak bersendirian.

           DUMSIAH BINTI MOHD YUSUF....namamu begitu indah seindah perkertimu sahabat. Tutur bicaramu lembut selembut angin bayu yang menyejukkan sekeping hati saat kepanasan dek sikap sesetengah insan yang tiada pernah peka pada hati yang rapuh ini. Senyumanmu menyenangkan jiwa yang penuh dengan 1001 hal dunia. Segala nasihat dan teguranmu tidak pernah menyakiti naluri ini..engkau cukup mengerti saat hati ini terluka, saat jiwa ini menangis dan saat air mata ini mengalir. Patutlah aku membiarkan engkau memelukku saat terakhir kita berjumpa..walhal selama ini kita hanya bersalam tanda berpisah. Tapi malam takbir aidiladha itu engkau memelukku.  Sit!!!!  1 hal yang luar biasa kita lakukan. Ya Allah...tabahkan jiwaku.

         Pergilah sahabatku. Semoga engkau berbahagia...doaku moga jalanmu  tidak hitam sepertiku..andai khidmatku di perlukan lagi silakan ruang hidupku selalu ada buatmu tetap kekal sebagai sahabat. Pergilah duhai temanku....dakaplah kekasihmu seerat2nya jadikanlah dia kawan,sahabat,kasih dan segalanya dalam hidupmu doaku semoga beroleh kebahagiaan sejati. Maafkan aku jika sepanjang perkenalan kita, aku banyak menyusahkan hidupmu..menjadikan insan lain membenci mu... dan membuatmu di pandang hina oleh mereka....maafkan aku. Maafkan aku juga kerna tidak dapat menghadiri majlismu...hanya coretan ini sahaja mampu ku hasilkan tanda ku bertapa menghargai kehadiranmu dalam perjalanan hidup ini sebagai sahabat aku...

( KAU yang teristimewa dalam hidupku,
   DIA yang melengkapi perjalanan hidup ini)
  # KERNA SAHABAT DAN KEKASIH 1 HAL YANG BERBEZA ( take note ) #

#tenanglah duhai jiwa#
#akugembirapernahadedisisimusaatkaumemerlukan#
#semoga berbahagia sahabatku, entah mampu lagi ker kite bersuka ria seperti dahulu, tertawa bersama...menangis pun bersama..( TEMAN PENGANTI ) hehehe
#indahnya takdirMU YA ALLAH..rupanya KAU kembalikan aku dimana aq bermula kerna ENGKAU taw aq kan bersendirian di bumi semenanjung ini# syukur ya ALLAH#

Sahabat( dia mendamaikan ceritanya, nasihat, dan kehadirannya saat di perlukan)

Kekasih ( tidak perlu banyak bicara cukup 1 pelukkan dan belaian dia akan mendamaikan)
Ku pelajari kerna aku merasai perbezaan


Ku jadikan ia hadiah sempena hari bahagiamu...('_')♡♥___BFF

Friday, 19 September 2014

PERGILAH KASIH_edit by me

Tak pernah ku sangka ini terjadi
Kisah cinta yang suci ini
Kau tinggalkan begitu saja
Sekian lama kita berdua
Tak ku sangka cepat berlalu
Tuk mencari kesombongan diri
Lepas segala yang pernah kau ucapkan
Kau tinggalkan daku

Pergilah kasih kejarlah keinginanmu
Selagi masih ada waktu
Jangan hiraukan diriku
Aku rela berpisah demi untuk dirimu
Semoga tercapai segala keinginanmu
Tak ku sangka cepat berlalu
Tuk mencari kesombongan diri
Lepas segala yang pernah kau ucapkan
Kau tinggalkan daku
Pergilah kasih kejarlah keinginanmu
Selagi masih ada waktu
Jangan hiraukan diriku
Aku rela berpisah demi untuk dirimu
Semoga tercapai segala keinginanmu
Pergilah kasih kejarlah keinginanmu
Selagi masih ada waktu
Jangan hiraukan diriku
Aku rela berpisah demi untuk dirimu
Semoga tercapai segala keinginanmu

( mengapa sukar tuk memahami.... andai aku bukan jalan yang kau pilih mengapa menuju ku kembali lagi???)

Tuesday, 19 August 2014

HIMPUNAN KISAH INI

    Ikhlasnya hatiku menghulur ukhwah kepadamu, ingin ku menyayangi atas dasar persahabatan antara kita, kerna ku tahu akhir kisah ini menyakitkan namum engkau menolak niat suciku...katamu, "kau tak mahu menjadi tamanku, kau ingin lebih daripada itu."
kau rayu hatiku, kau minta cintaku dan kau genggam hatiku untuk terus menurut pada katamu..
Kerna percaya pada diri dan cintamu, ku persembahkan setiaku hanya untukmu, ku hadiahkan hatiku buatmu dan ku ikhlaskan cintaku hanya untuk dirimu.


   Namun belum cukup setahun setahun kau hancurkan segalanya atas alasan kau tidak sanggup hidup berjauhan dariku. Terlalu tinggi tintahmu kasih hingga aku terasa berat menunaikannya...dirimu tidak ubah seperti sang ratu meminta pengawalnya melaksanakan tugas.
Tak kala kaki ingin ku ayunkan jauh darimu kerna tidak ingin kau terus terluka, sekali lagi  kau rayu  raga ini, hati ini agar terus setia kepadamu. ingin ku keraskan hati agar tidak lembut pada rayuanmu. Aduhai kasih lembut pujukan tangis esakmu melemahkan seluruh jasad ini hingga  akal dan hatiku tidak lagi sehaluan.

  
   25/11/2009 hari terakhir ku mrlihat dirimu, terakhir ku memeluk tubuhmu, terakhir kau menciumku dan terakhir juga ku menatap wajahmu. Ku kira, ku akan mampu lagi memeluk kembali dalam penantianku namun segalanya hanya mimpi dan hayalanku saat engkau mengucapkan perpisahan ( 27/02/2010). Tahukah engkau setiap butir bicara kata putusmu itu kau telah menghentikan degup jantung ini berdenyut. Ku sabarkan hati untuk tetap menantimu walau engkau telah memintaku melupakanmu...hati yang terluka dan merindu tidak akan pernah ingin mengerti perubahan dirimu....bagi hatiku, kau masih seperti dulu kekasih, teman hidupku dan segalanya bagiku.

   Bermacam ragam manusia cuba mencuit hati ini namun hanya padamu ia menanti. Berulang kali ku bawa ia  pergi jauh darimu tapi  hati ini tetap ingin menuju kearahmu. Aku sedar apa yang berlaku tidak lagi seperti dulu kerana itu juga ku jauhkan jasad ini darimu agar hati ini tidak dapat menyentuhmu lagi. Semakin lama hati menanti semakin parah dan teruk ia terluka oleh mu sehingga saat ini ia  masih tidak ingin berkasih lagi. Kasih maafkan aku jika aku tidak mampu menantimu lagi...mungkin sudah  sampai saatnya untukku pergi kerna mungkin hati ini  telah mati dalam penantian dan maafkan aku juga  kerna terlalu sangat  terlanjur mencintaimu walau kau tak mungkin ku miliki tapi aku ingin kau tahu aku kan selalu mencintaimu juu walau aku milik insan lain nanti.


   Terlahir ke dunia bersama 1001 tanggungjawap sejak kecil terikat pada janji antara 2 keluarga dalam menanti cinta sejati, terjatuh pada sang ratu menggongcangkan kota sepi hatiku. Hidup penuh batasan , adat, dan tanggungjawap memaksa diri  memendam segala rasa biar mati dalam penantian dan kerinduaan kerna percaya satu hari sang kekasih akan kembali...dalam terhempit oleh janji yang telah terpatri antara 2 keluarga. Hati kian membeku, paksaan demi  paksaan kian merobek serpihan hati yang terluka kerna insan-insan tersayang kini tetap tidak pernah mendengar rintihan hati ini...Hanya  mampu berserah semoga ada keajaiban di masa akan datang. Dalam gembira hatiku tersiksa. ( gembira kerna mengembirakan keluarga, tersiksa kerna melepaskan kenangan itu..melukakan hati insan lain dalam perkahwinan ini ).

    Setiap kisah pasti ada kejutan yang tidak disangkah. Begitu jua kisah ini. Ku sangkah perkahwinan ku akan berbuah bahagia seperti insan lain. bercinta dalam perkahwinan kerna ku dikhabarkan pilihan keluarga cukup baik...indah khabar dari rupa,,,agaknye memang seperti ini semua insan yang ku temui( takdir kot). Entah ayat apa yang perlu ku katakan agar mereka mengerti...tapi mungkin itu silapku juga sebab tidak ambil tahu soal kisah silamnya..
itu adalah masa lalu padaku..dan dari itu ku mula belajar mencintai dia. Namun jalanku bersamanya tidak seiring entah di mana silapnya....yang pasti dia juga ada kekasih. berkongsi kasih cukup ku tidak ingini..lantas ku memilih membiarkan dia membuat pilihan. dan aku teruskan penantian ini bezanya siapalah yang berjaya memikat hati ini kembali itulah akan ku pilih. Syaratnye, tidak perlu ada yang ke-2 lagi dalam hidup, cukup hanya aku dan kau dia tidak di perlukan.

     Dalam penantian ku mainkan segala rasa untuk mengisi masa lapangku, yang pasti hidupku penuh dengan kerja untuk menebalkan dompetku agar aku mudah untuk enjoy, berfoya-foya dan bercuti. Padaku cinta tiada erti lagi, hanya manis di bibir sahaja, hanya permainan hormon dalam badan sahaja...bila sampai saatnye itu hanya persaan dan sandiwara belaka.
Back to normal life,..,...working....working....and working again. Bagiku juga perkahwinan itu hanya 1 mimpi dalam tidurku di malam hari dan kekasihku telah lama pergi menghadap ILLAHI, yang ada hari ini hanyalah jasad seorang kekasih yang telah kehilangan kekasih.


# cinta tak kan terpisah andai saling setia #


---rahsia hati marmil---
 

SEPINTAS KATA

Aku abadikan di sini buat tatapan di masa akan datang lagi..